Welcome! Come n Join Us (•ˆ⌣ˆ•)

Melihat betapa marak acara, seminar, dan buku-buku motivasi di pasaran, tidak salah jika kita menyimpulkan bahwa hari-hari ini makin banyak orang haus akan motivasi.
Namun, berapa banyak yang menyadari bahwa dirinya pun sebenarnya bisa memotivasi? Apakah posisi Anda adalah pemimpin atau staf, keberadaan Anda juga seharusnya bisa memotivasi orang-orang di sekitar Anda untuk menjadi lebih positif.
Bukan saatnya lagi hanya menerima. Jadilah motivator untuk sekeliling Anda melalui setiap karya desain dan kreatifitas Anda! Ijinkan kami berkarya atas masalah desain anda dan pastinya sesuai keinginan dan angan anda, because we are your design solutions
Tepat waktu adalah komitmen kami karna waktu akan berjalan terus, dia akan melewati kami jika kami tidakmemepergunakannya dengan baik.
Sebagaimana diketahui, dunia karir saat ini semakin penuh dengan persaingan, risiko, peluang, serta hambatan. Jadilah motivator!

Rabu, 07 Maret 2012

Jaminan

Apa yang bisa menjamin kehidupan kita bakal aman? Beberapa diantara kita mungkin menganggap kalau dengan simpanan uang di bank dalam jumlah besar, punya rumah pribadi, punya asset perusahaan, punya kecerdasan, dan juga penglaman mengelola usaha, dapat memberikan rasa aman. Kita merasa dengan semua keadaan itu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Tapi sebaliknya, kalau kita Cuma punya uang pas-pasan, tidak punya tabungan atau pekerjaan yang bisa diandalkan, maka kecemasan dan kekhawatiran sangat gampang muncul dipikiran kita. Lalu tak jarang kita mulai berandai-andai, “kalau saja aku punya satu miliar saja, aku tidak perlu bingung kayak sekarang. Bunga hasil deposit saja sudah cukup untuk memenuhi semua kebutuhan.”

Sering sekali kita berfikir kalau keadaan kita saat ini layak untuk dikhawatirkan dan dicemaskan. Sementara dengan apa yang kita andai-andaikan kita anggap sebagai sesuatu yang bisa memberi kita rasa aman. Padahal, siapa orang di dunia ini yang sanggup menjamin semua keadaan akan menjadi seperti itu? Seorang anak dilahirkan dalam keluarga kaya belum tentu menikmati hari tuanya dengan bahagia. Tidak jarang kita menemui justru hidup mereka sama sekali jauh dari kata bahagia. Tapi sebaliknya, kita yang Cuma dilahirkan di keluarga pas-pasan pun bukan jaminan kalau hidup kita kan susah seumur hidup. Ada satu waktu hidup mereka bisa tiba-tiba berubah! Who knows? Apa yang terjadi dimasa depan kita tidak tau. Jadi tidak ada alas an untuk mencemaskan masa depan kita. Nikmati hidup kita dengan pebuh ucapan syukur. Jangan lihat apa yang kita tidak punya tapi lihatlah apa yang kita punya. Apa saja yang kita temui kerjakan dengan kesungguhan hati.

Menabung dan Berinvestasi

Bagi Byron Nelson, seorang pemain golf professional tahun 1945 adalah tahun luar biasa baginya. Dari 30 turnamen yang diikutinya, secara mengagumkan dia memenangi 18 turnamen; 11 diantaranya dia menangi secara berturut-turut. Sebenarnya dia memiliki pilihan untuk melanjutkan karirnya dan mungkin akan menjadi pemain terhebat dijamannya. Namun itu bukanlah tujuannya. Dengan bermain golf dia bertujuan menghasilkan sejumlah uang yang cukup untuk membeli sebuh peternakan, dan mengbiskan sisa hidupnya dengan melakukan hal-hal yang paling disukainya. Nleson memilih pension diusia 34 tahun dan menjadi seorang peternak.
 
Byron Nelson berkarir sebagai pemain golf dan menginvestasikan seluruh hasil mkerja kerasnya itu untuk hal yang jelas. Bagaimana dengan kita? Bagi kita yang saat ini sudah bekerja dan mempunyai penghasilan sendiri, apakah kita pernah berfikir untuk menginvestasikan uang kita untuk masa depan? Atau mungkin sebalinya, ketika kita menerima gaji di awal bulan, tanpa berfikir panjang kita langsung menghabiskannya untuk hal-hal yang kita senangi saja? Kita berpendapat bahwa urusan masa depannanti saja dipikir, yang penting aku bisa hepi hari ini. Ketauhilahb kakau itu jadi gaya hidup kita, maka sudah dapat dipastikan kita tidak akan meraih hal-al besar dlam hidup. Kenpa? Karena kita tidak mau berfikir kedepan. James Hill, seorang raja kereta api pernah berkata, “kalau kamu pengen tau apakah kelak kamu akan berhasil, jawablah pertanyaan sederhana ini. Apakah kamu bisa menabung dan berinvestasi? Kalau tidak, kamu termasuk orang-orang yang tidak bisa sukses!

Rabu, 29 Februari 2012

Asal Bapak Senang

Jika kamu seorang pekerja atau seorang staf dalam sebuah perusahaan, ini adalah soal menghargai atasan! Menghargai atasan jelas beda jauh dengan menjilat atasan. Jadi jangan berpikir bahwa saya sedang mengajak kamu untuk menyenangkan atasan secara berlebihan dengan tendensi-tendensi tertentu. Sejujurnya saya sendiri juga sebal jika melihat seorang karyawan melakukan aksi "Asal Bapak Senang". Senyum yang dibuat-buat, ekspresi wajah yang sengaja dimanis-maniskan, tertawa berlebihan saat mendengar lelucon atasan yang sama sekali tidak lucu, padahal sebenarnya ia tidak melakukan semuanya itu dengan ketulusan.

Menghargai atasan berarti kita menaruh respek dan kepercayaan terhadap seseorang sebagai atasan kita. Kita melakukan pekerjaan dengan kualitas kerja terbaik karena ada value, baik itu bagi kemajuan perusahaan yang notabene telah menggaji kita, selain itu juga baik bagi kemajuan diri. Bukan sekedar kita ingin atasan tersenyum lebar dan tertawa senang. Jika motivasi kita hanya asal bapak senang, maka kualitas kerja kita akan menjadi berubah seratus delapan puluh derajat saat atasan sedang tidak bersama dengan kita. Seperti pepatah kuno berkata, kucing pergi tikus berpesta!

Lakukan pekerjaan dengan kualitas terbaik, entahkah atasan bersama kamu atau tidak! Itulah orang yang benar-benar menghargai atasan. Untuk melihat seperti apa kamu yang sebenarnya dalam pekerjaan tidaklah terlalu sulit, yaitu ketika tak ada atasan yang mengawasi kamu! Saya tahu persis rasanya jadi seorang atasan. Seorang atasan akan tahu apakah pekerjanya itu benar-benar menaruh respek dan menghargainya dengan sungguh-sungguh, ataukah ia hanya sekedar cari muka saja. Semakin kita menghargai atasan dengan sungguh-sungguh, maka ia juga akan menghargai kita. Namun sebaliknya jika kita melakukan aksi Asal Bapak Senang, maka ia akan "mentertawakan" kekonyolan sikap kita dan semakin kehilangan respek atas kita. Bagaimanapun juga nilai ketulusan akan terus berlaku!
Menghargai didasari dengan ketulusan, menjilat didasari dengan kepalsuan.